TINJAUAN FISIOGRAFI SEMARANG DAN SEKITARNYA


Letak geografi Kota Semarang merupakan simpul empat pintu gerbang, yakni koridor pantai Utara, koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang, Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu, koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal.
Posisi geografi Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah, tepatnya pada garis 6º, 5′ – 7º, 10′ Lintang Selatan dan 110º,0’ – 1100,35′ Bujur Timur dengan luas wilayah mencapai 37.366.838 Ha atau 373,7 Km2.
A. GEOMORFOLOGI
Menurut Nugroho dan Dwiyanto (1998), secara geomorfologi kota Semarang dn sekitarnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan, antara lain :
1. Satuan Dataran Pantai
Satuan ini menyebar secara lateral mulai bagian timur sampai barat sepanjang pantai dengan lebar 500m hingga 1000m. Sebagian besar digunakan sebagai areal budidaya tambak, tanaman bakau dan jika tidak difungsikan areal ini akan berubah menjadi rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut. Elevasi satuan ini berkisar 0,5m – 1,5m dengan kelerengan kurang dari 3 %.
2. Satuan Dataran Aluvial
Satuan ini memiliki penyebaran dari timur trimulya, Bangetayu, Pedurungan tengah kemudian ke arah barat tengah kota di Mluyu Barat, Widoharjo, Karangturi, dan Wonodri. Di bagian barat melempar dari panggung , Tambakharjo, Tugurejo, dan Mangkang. Satuan ini memiliki elevasi 1,00m – 4,00m dengan kelerengan 3 – 4 %.
3. Satuan Dataran Limpasan Banjir
Satuan ini menyisip pada dataran pantai dan dataran aluvial yaitu sepanjang aliran sungai di wilayah Semarang timur, Semarang utara, dan sebagian wilayah Semarang barat. Di bagian tenggara dijumpai di sekitar kali pengkol.
4. Satuan Perbukitan Lereng Curam
Satuan ini disebut sebagai Satuan Perbukitan Vulkanik Karanganyar Gunung- karang Kumpul dengan kelerengan 3 – 10 % dan elevasi 25- 150m di atas permukaan laut.
5. Satuan Perbukitan Bergelombang
Satuan lereng sedang ini melempar di sekitar Gunung Pasepan, Gunung Bubak, dan Tinjomoyo dengan kelerengan 15 – 30 % serta elevasi 150 – 300m
6. Satuan Dataran Tinggi
Satuan ini disebut juga Plato dengan penyebaran di wilayah Banyumanik, Gunungpati, dan Mijen. Kelerengan dri 15 % dengan elevasi 150 – 300m.
B. STRATIGRAFI
Stratigrafi daerah Ungaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa formasi yang secara umum termasuk kelompok batuan vulkanik dan batuan sedimen. Formasi yang ada yaitu :
1. Formasi Kerek ( Tmk)
Litologi batu lempung berwarna abu-abu muda – tua, gampingan sebagian bersisipan dengan batu lanau, batupasir mengandung fosil moluska dan koloni koral. Tersingkap di Banyumanik, sebelh timur Ungaran, Lembah terdiri dari perselingan batu lempung napal, batu pasir tufan, konglomerat, breksi vulkanik dan batu gamping Kali Kripik, Kali Kreo, dan Kali Garang serta di sekitar Jabungan.
2. Formasi Kerek ( Tmk)
Formasi ini Formasi Klibeng (Tmpk), Formasi ini terletak secra tidak selaras diatas Formasi Kerek dengan litologi terdiri dari Napal pejal di bagian atas dan setempat mengandung karbon, napal sisipan batu pasir tufan dan batugamping. Tersingkap di sekitar lembah kali kreo, kali kripik dan kali garang serta di Tembalang, Meteseh, Ruwosari, lembah kali pengkol bade.
3. Formasi Kligetas (Qpkg)
Formasi ini terdiri dari breksi vulkanik antara lain lava, tuvan dan batulempung. Umumnya telah mengalami pelapukan cukup intensif menghasilkan material tanah berwarna coklat kemerahan, tersingkap di Tembalang, Banyumanik, Grobogan, Wonorejo. Daerah aliran sungai Prigsari.
4. Formasi Damar (Qtd)
Formasi ini terletak tidak selaras di atas Formasi Kalibeng dan terdiri dari mineral feldspar dan mineral mafic, sebagian tufa, sebagian gampingan.Singkapan dijumpai di Kedung Mundu, Karanganyar, dan Ngadirejo.
5. Endapan Aluvium (Qa)
Terdiri dari kerikil, pasir kerakal dan lanau dengan tebal 1 – 3 m yang merupakan endapan sungai. Tersingkap di Lembah Kali Pengkol dan sekitarnya.
C. STRUKTUR GEOLOGI
Wilayah Ungaran dan sekitarnya merupakan daerah yang cukup komplek struktur geologinya, terutama didominasi oleh sesar turun. Sesar geser dijumpai berarah timur laut – barat daya yang melalui Gunung Genting hingga Rowosari. Sedangkan dua sesar turun melengkung dijumpai relatif pararel melalui badarejo melewati Gunung Turun hingga sebelah utara Karang Manggis di satu sisi dan sesar Kramas, Gombel hingga Jatibarang di sisi yang lain. Sesar turun yang relatif kecil dijumpai di Kaligarang, Srondol dan Gadjah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s