<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Noor Adinugroho</title>
	<atom:link href="http://nooradinugroho.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nooradinugroho.wordpress.com</link>
	<description>Just Wanna Be My Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 08:01:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nooradinugroho.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c598ccc7f8d7506d56e10f26647d71dc?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Noor Adinugroho</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nooradinugroho.wordpress.com/osd.xml" title="Noor Adinugroho" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nooradinugroho.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Marhaban Ya Ramadhan. . . . . . .</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/08/10/marhaban-ya-ramadhan/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/08/10/marhaban-ya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 07:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung jam lagi. . . . . maka dari itu, penulis mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. . . . . penulis juga meminta maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak terutama &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/08/10/marhaban-ya-ramadhan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=224&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung jam lagi. . . . .<br />
maka dari itu, penulis mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. . . . .<br />
penulis juga meminta maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak terutama dalam penulisan di blog ini. . . . . .<br />
semoga puasa kita tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. . . . .<br />
sekali lagi, penulis memohon maaf atas segala penulisan yang terkait dengan isi seluruh weblog saya ini. . . . . .<br />
terimakasih. . . . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=224&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/08/10/marhaban-ya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GUMUK PASIR (SAND DUNES) DI PARANGTRITIS</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/gumuk-pasir-sand-dunes-di-parangtritis/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/gumuk-pasir-sand-dunes-di-parangtritis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 13:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin dan merupakan sebuah bentukan alam karena proses angin disebut sebagai bentang alam eolean (eolean morphology). Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/gumuk-pasir-sand-dunes-di-parangtritis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=210&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-210"></span><br />
Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin dan merupakan sebuah bentukan alam karena proses angin disebut sebagai bentang alam eolean (eolean morphology). Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah kering.<br />
Pada gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled12.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled12.jpg?w=300&#038;h=231" alt="" title="untitled1" width="300" height="231" class="alignnone size-medium wp-image-211" /></a><br />
Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune).<br />
•	Gumuk Pasir tipe Melintang (Transverse).<br />
Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasirnya. Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin. Dikarenakan proses eolin yang terus menerus maka terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled22.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled22.jpg?w=300&#038;h=213" alt="" title="untitled2" width="300" height="213" class="alignnone size-medium wp-image-212" /></a><br />
•	Gumuk Pasir Tipe Barchan (Barchanoid Dunes).<br />
Gumuk pasir ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak memiliki barrier. Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin, sehingga apabila dibuat penampang melintang tidak simetri. Ketinggian gumuk pasir barchan umumnya antara 5 – 15 meter.<br />
Gumuk pasir ini merupakan perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled32.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled32.jpg?w=300&#038;h=234" alt="" title="untitled3" width="300" height="234" class="alignnone size-medium wp-image-213" /></a><br />
•	Gumuk Pasir Tipe Parabola (Parabolic).<br />
Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya berhadapan dengan datangnya angin. Dimungkinkan dahulunya gumuk pasir ini berbentuk sebuah bukit dan melintang, karena pasokan pasirnya berkurang maka gumuk pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang menghadap ke arah angin curam.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled41.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled41.jpg?w=247&#038;h=300" alt="" title="untitled4" width="247" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-214" /></a><br />
•	Gumuk Pasir Tipe Memanjang (Longitudinal Dune).<br />
Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut searah dengan gerakan angin. Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled52.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled52.jpg?w=300&#038;h=188" alt="" title="untitled5" width="300" height="188" class="alignnone size-medium wp-image-215" /></a><br />
Seperti telah kita ketahui sebelumnya, bahwa gumuk pasir atau sand dune adalah bentuklahan yang terbentuk dari akitivitas angin. Angin yang membawa pasir yang kemudian mengendapkannya dan membentuk berbagai macam tipe gumuk pasir. Pada umumnya gumuk pasir terbentuk pada daerah gurun, namun di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki bentukan gumuk pasir tersebut. Dan, daerah tersebut berada di pantai berpasir sebelah selatan Yogyakarta hingga sebelah Selatan Kebumen yang merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki bentang alam eolean. Sehingga, daerah tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Terbentuknya gumuk pasir di pantai selatan tersebut merupakan hasil proses yang dipengaruhi oleh angin, Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Progo.<br />
•	Pengaruh angin.<br />
Kekuatan angin sangat berpengaruh terhadap pembentukan gumuk pasir, karena kekuatan angin menentukan kemampuannya untuk membawa material yang berupa pasir baik melalui menggelinding (rolling), merayap, melompat, maupun terbang. Karena adanya material pasir dalam jumlah banyak serta kekuatan angin yang besar, maka pasir akan membentuk berbagai tipe gumuk pasir, baik free dunes maupun impended dunes.<br />
Pada pantai selatan jawa, angin bertiup dari arah tenggara, hal ini menyebabkan sungai-sungai pada pantai selatan membelok ke arah kiri jika dilihat dari Samudra Hindia. Selain itu, karena arah tiupan angin tersebut, maka gumuk pasir yang terbentuk menghadap ke arah datangnya angin.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled61.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled61.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" title="untitled6" width="300" height="210" class="alignnone size-medium wp-image-216" /></a><br />
•	Pengaruh dari Gunung Merapi.<br />
Material yang ada pada gumuk pasir di pantai selatan Jawa berasal dari Gunung Api Merapi dan gunung gunung api aktif lain yang ada di sekitarnya. Material berupa pasir dan material piroklastik lain yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi.<br />
Akibat proses erosi dan gerak massa bautan, material kemudian terbawa oleh aliran sungai, misalnya pada Kali Krasak, Kali Gendol, Kali Suci, dan Sungai Progo. Aliran sungai kemudian mengalirkan material tersebut hingga ke pantai selatan.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled71.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled71.jpg?w=300&#038;h=286" alt="" title="untitled7" width="300" height="286" class="alignnone size-medium wp-image-217" /></a><br />
•	Pengaruh Graben Bantul.<br />
Zona selatan Jawa merupakan plato yang mirining ke arah selatan menuju Samudra Hindia dan di sebelah utara banyak tebing patahan. Sebagian plato ini telah banyak terkikis sehingga kehilangan bentuk platonya. Pada daerah Jawa Tengah dan DIY, sebagian daerah tersebut telah berubah menjadi dataran alluvial, Salah satunya adalah yang terjadi pada daerah bantul yang berupa graben.<br />
Graben adalah blok patahan yang mengalami penurunan diantara dua blok patahan yang naik yang disebut dengan horst. Pada bagian timur graben, terdapat Perbukitan Batur Agung, sedangkan pada bagian barat terdapat Perbukitan Manoreh.<br />
Akibat adanya patahan tersebut, maka batuan pada zona pertemuan kedua blok tersebut menjadi lemah sehingga mudah tererosi dan pada akhirnya membentuk sungai yang disebut dengan sungai patahan yang ditemui misalnya pada Sungai Opak-Oyo. Salah satu ciri sungai patahan yang diamati adalah adanya kelurusan sungai pada sepanjang garis patahan.<br />
•	Pengaruh Sungai.<br />
Pembentukan gumuk pasir pada pantai selatan dipengaruhi oleh adanya beberapa aliran sungai, yaitu Sungai Opak-Oyo pada bagian timur dan Sungai Progo pada bagian barat, Sungai Progo ini merupakan sungai utama yang membawa material hasil dari gerusan batuan-batuan volkanik yang berasal dari Gunung Merapi dan Merbabu, serta dari gunung-gunung Sindoro di sebelah barat laut.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled81.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled81.jpg?w=300&#038;h=247" alt="" title="untitled8" width="300" height="247" class="alignnone size-medium wp-image-218" /></a><br />
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa material dari Merapi terbawa oleh aliran sungai di sekitarnya, sungai-sungai tersebut kemudian menyatu membentuk orde sungai yang lebih besar hingga menyatu membentuk sungai Opak, Oyo, dan Progo. Setelah material pasir sampai ke laut, terdapat interverensi dari ombak laut sehingga material mengendap pada pantai selatan dan selanjutnya diterbangkan oleh angin.<br />
Pada pantai selatan Jawa, material tersebut tidak diendapkan pada bagian depan dari sungai yang pada akhirnya membentuk delta, hal ini disebabkan karena kuatnya arus dan gelombang laut pantai selatan serta arahnya yang berasal dari tenggara menyebabkan material terendapkan pada bagian barat sungai. Sehingga, pada bagian Selatan Jawa (berada pada sekitar Sungai Progo) tidak terbentuk delta.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled91.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled91.jpg?w=294&#038;h=300" alt="" title="untitled9" width="294" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-219" /></a></p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>•	Earlfhamfa.wordpress.com. 2009. Gumuk Pasir Atau Sand Dunes Parantritis. URL: http://earlfhamfa.wordpress.com (diakses pada 16 Desember 2009).<br />
•	Rovicky.wordpress.com. 2008. Gumuk Pasir (Sand Dunes), Morfologi Ukiran Angin. URL: http://rovicky.wordpress.com (diakses pada 16 Desember 2009).<br />
•	Shara-blogydow.blogspot.com. 2009. Gumuk Pasir Atau Sand Dunes Parangtritis. URL: http://shara-blogydow.blogspot.com (diakses pada 16 Desember 2009).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=210&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/gumuk-pasir-sand-dunes-di-parangtritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled12.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled22.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled32.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled41.jpg?w=247" medium="image">
			<media:title type="html">untitled4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled52.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled61.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled71.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled81.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled91.jpg?w=294" medium="image">
			<media:title type="html">untitled9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TINJAUAN FISIOGRAFI SEMARANG DAN SEKITARNYA</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-semarang-dan-sekitarnya/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-semarang-dan-sekitarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 13:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Letak geografi Kota Semarang merupakan simpul empat pintu gerbang, yakni koridor pantai Utara, koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang, Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu, koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal. Posisi &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-semarang-dan-sekitarnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=207&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-207"></span><br />
Letak geografi Kota Semarang merupakan simpul empat pintu gerbang, yakni koridor pantai Utara, koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang, Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu, koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/Grobogan dan Barat menuju Kabupaten Kendal.<br />
Posisi geografi Kota Semarang terletak di pantai Utara Jawa Tengah, tepatnya pada garis 6º, 5&#8242; &#8211; 7º, 10&#8242; Lintang Selatan dan 110º,0’ &#8211; 1100,35&#8242; Bujur Timur dengan luas wilayah mencapai 37.366.838 Ha atau 373,7 Km2.<br />
A.	GEOMORFOLOGI<br />
Menurut Nugroho dan Dwiyanto (1998), secara geomorfologi kota Semarang dn sekitarnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan, antara lain :<br />
1.	Satuan Dataran Pantai<br />
Satuan ini menyebar secara lateral mulai bagian timur sampai barat sepanjang pantai dengan lebar 500m hingga 1000m. Sebagian besar digunakan sebagai areal budidaya tambak, tanaman bakau dan jika tidak difungsikan areal ini akan berubah menjadi rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut. Elevasi satuan ini berkisar 0,5m – 1,5m dengan kelerengan kurang dari 3 %.<br />
2.	Satuan Dataran Aluvial<br />
Satuan ini memiliki penyebaran dari timur trimulya, Bangetayu, Pedurungan tengah kemudian ke arah barat tengah kota di Mluyu Barat, Widoharjo, Karangturi, dan Wonodri. Di bagian barat melempar dari panggung , Tambakharjo, Tugurejo, dan Mangkang. Satuan ini memiliki elevasi 1,00m – 4,00m dengan kelerengan 3 – 4 %.<br />
3.	Satuan Dataran Limpasan Banjir<br />
Satuan ini menyisip pada dataran pantai dan dataran aluvial yaitu sepanjang aliran sungai di wilayah Semarang timur, Semarang utara, dan sebagian wilayah Semarang barat. Di bagian tenggara dijumpai di sekitar kali pengkol.<br />
4.	Satuan Perbukitan Lereng Curam<br />
Satuan ini disebut sebagai Satuan Perbukitan Vulkanik Karanganyar Gunung- karang Kumpul dengan kelerengan 3 – 10 % dan elevasi 25- 150m di atas permukaan laut.<br />
5.	Satuan Perbukitan Bergelombang<br />
Satuan lereng sedang ini melempar di sekitar Gunung Pasepan, Gunung Bubak, dan Tinjomoyo dengan kelerengan 15 – 30 % serta elevasi 150 – 300m<br />
6.	Satuan Dataran Tinggi<br />
Satuan ini disebut juga Plato dengan penyebaran di wilayah Banyumanik, Gunungpati, dan Mijen. Kelerengan dri 15 % dengan elevasi 150 – 300m.<br />
B.	STRATIGRAFI<br />
Stratigrafi daerah Ungaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa formasi yang secara umum termasuk kelompok batuan vulkanik dan batuan sedimen. Formasi yang ada yaitu :<br />
1.	Formasi Kerek ( Tmk)<br />
Litologi batu lempung berwarna abu-abu muda – tua, gampingan sebagian bersisipan dengan batu lanau, batupasir mengandung fosil moluska dan koloni koral. Tersingkap di Banyumanik, sebelh timur Ungaran, Lembah terdiri dari perselingan batu lempung napal, batu pasir tufan, konglomerat, breksi vulkanik dan batu gamping Kali Kripik, Kali Kreo, dan Kali Garang serta di sekitar Jabungan.<br />
2.	Formasi Kerek ( Tmk)<br />
Formasi ini Formasi Klibeng (Tmpk), Formasi ini terletak secra tidak selaras diatas Formasi Kerek dengan litologi terdiri dari Napal pejal di bagian atas dan setempat mengandung karbon, napal sisipan batu pasir tufan dan batugamping. Tersingkap di sekitar lembah kali kreo, kali kripik dan kali garang serta di Tembalang, Meteseh, Ruwosari, lembah kali pengkol bade.<br />
3.	Formasi Kligetas (Qpkg)<br />
Formasi ini terdiri dari breksi vulkanik antara lain lava, tuvan dan batulempung. Umumnya telah mengalami pelapukan cukup intensif menghasilkan material tanah berwarna coklat kemerahan, tersingkap di Tembalang, Banyumanik, Grobogan, Wonorejo. Daerah aliran sungai Prigsari.<br />
4.	Formasi Damar (Qtd)<br />
Formasi ini terletak tidak selaras di atas Formasi Kalibeng dan terdiri dari mineral feldspar dan mineral mafic, sebagian tufa, sebagian gampingan.Singkapan dijumpai di Kedung Mundu, Karanganyar, dan Ngadirejo.<br />
5.	Endapan Aluvium (Qa)<br />
Terdiri dari kerikil, pasir kerakal dan lanau dengan tebal 1 – 3 m yang merupakan endapan sungai. Tersingkap di Lembah Kali Pengkol dan sekitarnya.<br />
C.	STRUKTUR GEOLOGI<br />
Wilayah Ungaran dan sekitarnya merupakan daerah yang cukup komplek struktur geologinya, terutama didominasi oleh sesar turun. Sesar geser dijumpai berarah timur laut – barat daya yang melalui Gunung Genting hingga Rowosari. Sedangkan dua sesar turun melengkung dijumpai relatif pararel melalui badarejo melewati Gunung Turun hingga sebelah utara Karang Manggis di satu sisi dan sesar Kramas, Gombel hingga Jatibarang di sisi yang lain. Sesar turun yang relatif kecil dijumpai di Kaligarang, Srondol dan Gadjah.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled11.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled11.jpg?w=299&#038;h=216" alt="" title="untitled1" width="299" height="216" class="alignnone size-medium wp-image-208" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=207&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-semarang-dan-sekitarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled11.jpg?w=299" medium="image">
			<media:title type="html">untitled1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TINJAUAN FISIOGRAFI DATARAN TINGGI BANDUNG</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-dataran-tinggi-bandung/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-dataran-tinggi-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 13:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Daerah Bandung merupakan dataran tinggi (+ 700 m dpl.) berhawa sejuk yang dahulu terkenal dengan sebutan Paris van Java yang dirancang sebagai kota pemerintahan dan pendidikan. Apabila dikaitkan dengan jajaran pegunungan di sekitarnya, maka dataran Bandung itu merupakan cekungan besar &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-dataran-tinggi-bandung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=191&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-191"></span><br />
Daerah Bandung merupakan dataran tinggi (+ 700 m dpl.) berhawa sejuk yang dahulu terkenal dengan sebutan Paris van Java yang dirancang sebagai kota pemerintahan dan pendidikan. Apabila dikaitkan dengan jajaran pegunungan di sekitarnya, maka dataran Bandung itu merupakan cekungan besar yang secara geologi lebih dikenal sebagai Cekungan Bandung (Bandung Basin).<br />
A.	GEOMORFOLOGI<br />
Secara fisik, bentang alam wilayah Bandung dan sekitarnya yang termasuk ke dalam Cekungan Bandung, merupakan cekungan berbentuk lonjong (elips) memanjang berarah timur tenggara – barat barat laut. Cekungan Bandung ini dimulai dari daerah Nagreg di sebelah timur sampai ke Padalarang di sebelah ba-rat dengan jarak horizontal lebih kurang 60 km. Sementara itu, jarak utara – selatan mempunyai lebar sekitar 40 km.<br />
Cekungan Bandung ini hampir dikelilingi oleh jajaran kerucut gunung api berumur Kuarter, di antaranya:<br />
•	Batas utara terdiri atas kompleks Gunung Burangrang – Sunda – Tangkubanparahu, Gunung Bukittunggul, tinggian batuan gunung api Cupunagara, Gunung Manglayang, dan Gunung Tampomas.<br />
•	Batas timur berupa tinggian batuan gunung api Bukitjarian, Gunung Karengseng – Gunung Kareumbi, kompleks batuan gunung api Nagreg sampai dengan Gunung Mandalawangi.<br />
•	Batas selatan terdiri dari kompleks gunung api Kamojang, Gunung Malabar, Gunung Patuha dan Gunung Kendeng.<br />
•	Batas barat, Cekungan Bandung dibatasi oleh batuan gunung api berumur Tersier dan batugamping yang termasuk ke dalam Formasi Rajamandala (Sudjatmiko, 1972).</p>
<p>Cekungan Bandung sendiri dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian timur, tengah, dan barat .<br />
•	Cekungan Bandung bagian timur dimulai dari dataran Nagreg sampai dengan Cicalengka;<br />
•	Bagian tengah membentang dari Cicalengka hingga Cimahi – kompleks perbukitan Gunung Lagadar,<br />
•	Cekungan bagian barat terletak di antara Cimahi – Batujajar hingga Cililin dan Waduk Saguling.<br />
Peneliti terdahulu (Dam, 1994) menyebut Cekungan Bandung hanya untuk kawasan bagian tengah.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled1.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled1.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" title="untitled1" width="300" height="207" class="alignnone size-medium wp-image-192" /></a><br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled2.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled2.jpg?w=220&#038;h=300" alt="" title="untitled2" width="220" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-193" /></a><br />
B.	Stratigrafi<br />
Stratigrafi daerah Bandung merupakan hasil kegiatan gunungapi mulai dari Tersier Awal hingga Kuarter, selain itu tersingkap batuan sedimen non gunungapi.<br />
•	Formasi Rajamandala<br />
Secara geologi, satu-satunya batuan sedimen non gunungapi yang tersingkap di sebelah barat Cekungan Bandung adalah Formasi Rajamandala (Sudjatmiko, 1972), yang tersusun atas batugamping, batulempung, napal, dan batupasir kuarsa yang berumur Oligosen. </p>
<p>•	Formasi Jampang dan Formasi Citarum<br />
Secara geokronologi, batuan gunung api teridentifikasi sejak umur sekitar 59 juta tahun yang lalu (58,999±1,94 jtl., Paleosen Tengah) dan 36,9 jtl. (36,881±3,96 jtl., Eosen Atas), yang ditemukan di daerah Cupunagara, sebelah timur Gunung Tangkubanparahu (Bronto drr., 2004a, b). Batuan gunung api berumur Miosen Tengah (12,0±0,10 jtl.) yang dijumpai dari data pemboran panas bumi, dipandang sebagai batuan dasar Gunung Wayang (Pertamina, 1988). Batuan gunung api ini berumur Neogen Awal (Sudjatmiko, 1972).<br />
•	Formasi Beser<br />
Selanjutnya batuan gunung api berumur Pliosen (4,36±0,04 jtl. – 2,62±0,03 jtl.) dijumpai di kompleks Gunung Malabar – Papandayan (Katili &amp; Sudradjat, 1984), Selacau dan Paseban di selatan Cimahi, Cipicung dan Kromong di Banjaran – Ciparay, Bandung Selatan (Sunardi &amp; Koesoemadinata, 1999). Menurut Alzwar drr. (1992) batuan gunung api di Gunung Kromong dan Soreang tersebut termasuk Formasi Beser.<br />
Dam (1994) berpendapat bahwa pengendapan di dalam Cekungan Bandung sendiri yang dimulai sekitar 126.000 tahun lalu, berupa batuan klastika gunung api dan sedimen danau. Analisis umur absolut paleosol di bawahnya yang diperkirakan sebagai batuan dasar Cekungan Bandung memberikan umur rata-rata 135.000 tahun yang lalu. Di antara paleosol dan batuan sedimen terbawah Cekungan Bandung terdapat banyak lapisan tefra atau abu gunung api. Hal itu mengindikasikan adanya kegiatan vulkanisme yang mengawali pembentukan Danau Bandung.<br />
Selanjutnya peneliti tersebut menyatakan bahwa Danau Bandung terbentuk hingga empat tahap. Danau Bandung tahap empat terbentuk sekitar 20.000 tahun yang lalu, namun sisa-sisa cekungan masih ada hingga 16.000 tahun yang lalu. Pada saat ini daerah itu merupakan bagian terendah Cekungan Bandung dan sering terlanda banjir pada musim penghujan.<br />
Di wilayah Bandung Utara, batuan gunung api berumur Kuarter dibagi menjadi batuan gunung api Kuarter Tua, batuan gunung api muda tak teruraikan dan batuan gunung api muda Tangkubanparahu (Silitonga, 1973). Endapan aliran piroklastika yang diperkirakan sebagai hasil letusan Kaldera Sunda dan dikenal umum sebagai bahan galian tras Lembang mempunyai umur 38.300 tahun (Hadisantono, 1988).<br />
Di Bandung Selatan, batuan gunung api Kuarter dibagi menjadi banyak satuan, antara lain batuan gunung api Guntur, Pangkalan dan Kendang, batuan gunung api Mandalawangi, dan batuan gunung api Malabar (Alzwar drr., 1992).<br />
Bandung timur, mulai dari daerah Sumedang, Nagreg hingga Garut, seluruhnya tersusun oleh batuan gunung api Kuarter (Silitonga, 1973; Alzwar drr., 1992). Bentuk kerucut gunung api yang masih cukup jelas antara lain Gunung Tampomas, Bukit Jarian, Gunung Kareumbi (Gunung Karenceng), dan Gunung Mandalawangi, sedangkan gunung api yang sudah tereosi lanjut termasuk tinggian batuan gunung api di sebelah timur Gunung Kareumbi sampai dengan Nagreg dimasukkan ke dalam satuan Batuan Gunung Api Tak Teruraikan.<br />
1)	Stratigrafi gunungapi<br />
Dari analisis citra landsat, penelitian langsung di lapangan dan penentuan umur radiometri dapat diidentifi kasi kerucut gunung api tertua sampai termuda yang mencerminkan stratigrafi gunung api tersebut. Pembagian satuan batuan mengacu kepada stratigrafi gunung api di dalam Sandi Stratigrafi Indonesia (Martodjojo dan Djuheni, 1996) dengan mengetengahkan sumber asal erupsi gunung api. Parameter komposisi litologi tidak cukup kuat menjadi pemisah satuan batuan, karena di dalam kegiatan vulkanisme suatu sumber erupsi gunung api dapat menghasilkan komposisi berbeda. Sebaliknya, pada sumber erupsi dan umur berbeda dapat menghasilkan komposisi batuan yang sama. Berdasarkan sumber erupsinya, batuan gunung api di daerah Bandung Selatan dapat dibagi menjadi sembilan satuan batuan ditambah satuan batuan Piroklastika Pangalengan (PP) dan Endapan Aluvium.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled21.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled21.jpg?w=220&#038;h=300" alt="" title="untitled2" width="220" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-194" /></a><br />
Seluruh satuan batuan dan endapan tersebut menumpang di atas batuan gunung api Miosen (MiV, 12,0 ± 0,1 jtl.) yang berada di bawah permukaan (Pertamina, 1988; vide Soeria- Atmadja drr., 1994).<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled31.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled31.jpg?w=300&#038;h=277" alt="" title="untitled3" width="300" height="277" class="alignnone size-medium wp-image-196" /></a><br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled4.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled4.jpg?w=300&#038;h=206" alt="" title="untitled4" width="300" height="206" class="alignnone size-medium wp-image-197" /></a><br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled5.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled5.jpg?w=300&#038;h=244" alt="" title="untitled5" width="300" height="244" class="alignnone size-medium wp-image-198" /></a><br />
Batuan gunung api tertua di daerah Bandung Selatan ini didapatkan berdasarkan data pemboran Geotermal di bawah Gunung Wayang berupa lava andesit piroksen kapur alkali. Ke sembilan satuan batuan gunung api tersebut adalah:<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Soreang (SV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Baleendah (BV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Pangalengan(PV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Tanjaknangsi (TV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Kuda (KV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Kendang (KdV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Dogdog (DV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Wayang – Windu (WV),<br />
•	Satuan Batuan Gunung Api Malabar (MV).</p>
<p>1.	Satuan Batuan Gunung Api Soreang (SV)<br />
Satuan batuan ini tersebar di sudut barat laut daerah penelitian, atau di barat laut kota Soreang yang merupakan ibu kota Kabupaten Bandung. Dari citra landsat kawasan Gunung Soreang berbentuk membulat, sehingga puncaknya dinamakan Gunung Buleud, dan mempunyai relief paling kasar dibandingkan dengan kawasan gunung api yang lain. Di bagian tengah terdapat morfologi cekungan melingkar yang diperkirakan sebagai fasies sentral gunung api purba tersebut. Batuan pada fasies proksimal membentuk punggungan perbukitan yang melandai ke arah fasies medial, tetapi berlereng curam menuju fasies sentral.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled51.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled51.jpg?w=300&#038;h=244" alt="" title="untitled5" width="300" height="244" class="alignnone size-medium wp-image-199" /></a><br />
Agak terpisah di tepi timur laut terdapat tinggian yang juga mempunyai bentuk bukaan ke arah timur menghadap ke Dataran Bandung. Bentuk tinggian dan bukaan tersebut diperkirakan sebagai kerucut gunung api kedua di dalam kawasan Gunung Soreang.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled6.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled6.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" title="untitled6" width="300" height="236" class="alignnone size-medium wp-image-200" /></a><br />
Batuan beku ini berwarna abu-abu terang, sangat keras, bertekstur porfi roafanitik, berstruktur massif sampai berlubang halus, mengandung Fe (nokris plagioklas, horenblenda, dan kuarsa di dalam massa dasar afanitik). Berdasarkan hasil penelitian Sunardi dan Koesoemadinata (1999) di Selacau dan Paseban yang berada di sebelah utara kawasan Gunung Soreang, maka gunung api purba tersebut diperkirakan aktif pada umur Pliosen Bawah atau sekitar 4,0 jtl.<br />
2.	Satuan Batuan Gunung Api Baleendah (BV)<br />
Satuan batuan ini terletak di bagian tengah daerah penelitian. Sebaran ke arah utara – selatan berada di wilayah Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Arjasari. Ke arah barat dan timur satuan batuan ini melebar ke wilayah Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Ciparay. Secara morfologi satuan batuan ini membentuk perbukitan dengan puncak bernama Gunung Geulis (1154 m) di bagian barat, Gunung Pipisan (1071 m) di bagian tengah, dan Gunung Bukitcula (1073 m) di bagian timur.<br />
Berdasar analisis morfostratigrafi , terdapat tiga fase gunung api purba. Fase pertama adalah kerucut gunung api tertua yang terletak di bagian timur dengan puncak sekarang Gunung Bukitcula yang berumur 3,20 juta tahun (Sunardi &amp; Koesoemadinata, 1999).<br />
Fase kedua merupakan kerucut gunung api di sebelah barat dengan puncak Gunung Geulis dan Gunung Pipisan yang berumur 2,80 juta tahun. Fase ketiga adalah kerucut gunung api di sebelah selatan-tenggara yang membentuk morfologi seperti bulan sabit membuka ke barat daya. Puncak sisa gunung api purba fase ketiga ini adalah Gunung Tikukur (1020 m).<br />
Tubuh bagian selatan kompleks Gunung Baleendah ini sudah terpotong oleh sesar dan menjadi blok turun yang kemudian ditutupi oleh batuan gunung api Malabar, namun demikian morfologi fasies proksimal lereng utara Gunung Baleendah ini masih terlihat cukup jelas.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled7.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled7.jpg?w=300&#038;h=242" alt="" title="untitled7" width="300" height="242" class="alignnone size-medium wp-image-201" /></a><br />
Satuan batuan ini utamanya tersusun oleh perlapisan aliran lava andesit dengan sisipan breksi piroklastika. Secara umum, kedudukan perlapisan batuan miring ke utara seiring melandainya punggungan perbukitan. Lava andesit itu berwarna abu-abu, bertekstur porfiroafanitik, berstruktur masif sampai berlubang halus &#8211; sedang.<br />
Komposisi mineral fenokris adalah plagioklas, piroksen, dan horenblenda yang tertanam di dalam massa dasar afanitik. Breksi piroklastika berwarna putih abu-abu lapuk, mengandung bom kerak roti yang tertanam.<br />
3.	Satuan Batuan Gunung Api Pangalengan (PV)<br />
Satuan batuan ini tersebar di barat laut, selatan, dan tenggara Dataran Tinggi Pangalengan. Di bagian barat laut Gunung Pangalengan purba meninggalkan dua puncak, yakni Gunung Tilu (2056 m) dan Gunung Lamajang (1758 m), sedangkan salah satu puncak di bagian tenggara adalah Gunung Kancana (2199 m). Bentang alam Gunung Tilu dan Gunung Lamajang melandai ke barat laut tetapi membentuk gawir terjal ke tenggara  atau menghadap ke Dataran Pangalengan dan Situ Cileunca.<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled8.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled8.jpg?w=300&#038;h=124" alt="" title="untitled8" width="300" height="124" class="alignnone size-medium wp-image-202" /></a><br />
Sebaliknya, Gunung Kancana (2199 m) melandai ke tenggara dan membentuk lereng terjal ke utara dan barat laut menghadap ke Dataran Pangalengan dan Situ Cileunca. Penampakan itu menunjukkan fasies proksimal kerucut Gunung Pangalengan purba yang tersusun terutama oleh aliran lava basal (lokasi 7o 09’ 28,9” LS – 107o 32’ 56,0” BT ).<br />
Jarak antara Gunung Tilu-Lamajang di sebelah barat laut hingga Gunung Kancana di bagian tenggara sekitar 20 km. Diperkirakan Dataran Pangalengan dan Situ Cileunca sekarang ini merupakan bekas Kaldera Pangalengan yang meletus besar setelah fase konstruksi kerucut komposit Gunung Pangalengan. Kaldera Pangalengan kemudian ditutupi oleh produk gunung api lebih muda di sekelilingnya, termasuk munculnya Gunung Windu di bagian tengah dan Gunung Malabar di tepi utara. Perlapisan aliran lava Gunung Baleendah yang mencirikan fasies proksimal, lokasi Desa Baleendah.<br />
Breksi piroklastika Gunung Baleendah, lokasi Desa Baleendah. Gunung Tilu dan Gunung Lamajang sebagai sisa tubuh (fasies proksimal) Gunung Purba Pangalengan bagian barat laut yang sebagian telah ditutupi oleh batuan Gunung Kuda. Sementara Gunung Kancana sebagai morfologi sisa Gunung Purba Pangalengan sebelah tenggara mempunyai kemiringan melandai ke tenggara dan berlereng terjal menghadap ke barat laut atau ke Dataran Tinggi Pangalengan dan Situ Cileunca.<br />
4.	Satuan Batuan Gunung Api Tanjaknangsi (TV)<br />
Gunung Tanjaknangsi terletak di sebelah barat laut Gunung Tilu &#8211; Lamajang dan ke  arat laut berbatasan dengan G. Soreang. Selain G. Tanjaknangsi sendiri (1505 m), di sebelah selatan dan utaranya terdapat dua puncak, masing-masing Gunung Tikukur (1399 m) dan Gunung Bubut (1341 m). Celah lebar di bagian puncak yang membuka ke timur laut dan barat diperkirakan bekas kawah atau fasies pusat gunung api tua ini. Pada fasies proksimal- medial, batuan penyusun terdiri atas aliran lava, breksi piroklastika, batulapili, tuf, dan breksi lahar (lokasi 7o 02’ 41,0” LS – 107o 29’ 57,2” BT,<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled9.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled9.jpg?w=300&#038;h=219" alt="" title="untitled9" width="300" height="219" class="alignnone size-medium wp-image-203" /></a><br />
Secara fisik aliran lava tersebut berupa breksi autoklastika sampai membentuk batuan beku masif. Aliran lava berkomposisi andesit basal, berwarna abu-abu gelap, bertekstur porfi roafanitik, struktur masif sampai berlubang halus &#8211; sedang. Fenokris terdiri atas piroksen dan plagioklas yang tertanam di dalam massa dasar afanitik.<br />
Breksi tuf dan tuf lapili merupakan batuan piroklastika yang mengandung fragmen bom dan blok gunung api di dalam matriks abu gunung api. Breksi lahar dicirikan oleh bentuk fragmen menyudut tanggung &#8211; membulat tanggung, yang mengambang di dalam matriks, dan terdiri atas aneka bahan. Berdasarkan analisis morfologi gunung api, Gunung Tanjaknangsi muncul pada lereng utara Gunung Pangalengan sehingga gunung api itu diperkirakan sebagai kerucut parasit Gunung Pangalengan.<br />
5.	Satuan Batuan Gunung Api Kuda (KV)<br />
Gunung Kuda merupakan sebuah kerucut gunung api yang sangat besar di sebelah barat daerah penelitian. Berdasarkan citra landsat gunung api ini mempunyai kaldera yang membuka ke arah selatan – barat daya. Daerah penelitian hanya mencakup fasies proksimal &#8211; medial bagian timur. Bagian ini masuk menjorok atau mengisi Dataran Pangalengan bagian barat, sehingga hal itu menjadi penunjuk bahwa kegiatan Gunung Kuda terjadi setelah pembentukan Kaldera Pangalengan.<br />
Pada umumnya batuan penyusun sudah sangat lapuk menjadi tanah berwarna merah coklat. Batuan segar berupa bongkah (lokasi 7o 12’ 16,1” LS – 107o 31’ 22,5” BT) menunjukkan komposisi andesit basal piroksen. Batuan berwarna abu-abu, bertekstur porfiro afanitik, struktur masif sampai berlubang halus, fenokris terdiri atas plagioklas dan piroksen berbutir halus &#8211; sedang (1-3 mm) tertanam di dalam massa dasar afanitik.<br />
6.	Satuan Batuan Gunung Api Kendang (KdV)<br />
Batuan Gunung Kendang tersebar di bagian timur daerah penelitian atau di sebelah utara Gunung Papandayan. Ada dua puncak dari gunung api ini, yaitu Gunung Kendang (2617 m) di sebelah selatan dan Gunung Guha (2397 m) di sebelah utara. Dari citra landsat, deretan Gunung Guha dan Gunung Kendang membentuk morfologi bulan sabit membuka ke timur.<br />
Perlapisan komposit breksi lahar, tuf lapili, breksi tuf, dan aliran lava yang menunjukkan fasies proksimal- medial lereng-kaki barat laut Gunung Tanjaknangsi, lokasi Desa Sadu, tepi jalan raya Soreang – Ciwidey, hal itu menjadi penunjuk bahwa kegiatan Gunung Kendang terjadi setelah pembentukan Kaldera Pangalengan. Bukaan ke timur menuju Lapangan Geotermal Darajat atau Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat dan Dataran Kabupaten Garut.<br />
Pada umumnya batuan sudah lapuk menjadi tanah merah coklat, sedangkan batuan segar hanya berupa bongkah-bongkah berdiameter 0,5 – 3 m yang tersebar pada lereng barat yang merupakan perkebunan teh. Bongkahbongkah batuan terdiri atas andesit dan andesit basal (lokasi 7o 14’ 00,0” LS – 107o 40’ 42,5” BT dan 7o 13’ 20,3” LS – 107o 40’ 48,2” BT), yang kadang-kadang berstruktur kekar lembar.<br />
Andesit berwarna abu-abu berbintik putih, bertekstur porfi roafanitik, berlubang halus &#8211; masif, fenokris terdiri atas plagioklas dan piroksen berbutir halus – sedang (1 &#8211; 3 mm) di antara massa dasar afanitik. Bongkah andesit basal yang dijumpai di dusun Lodaya kolot berwarna abu-abu gelap berbintik putih, bertekstur porfi roafanitik halus. Fenokris terdiri atas plagioklas dan piroksen berbutir halus (1-2 mm) di dalam massa dasar afanitik.<br />
7.	Satuan Batuan Gunung Api Dogdog (DV)<br />
Satuan batuan ini tersebar di sebelah utara Gunung Kendang dan di sebelah timur Gunung Malabar. Di bagian tengah terdapat cekungan membuka ke barat yang diperkirakan sebagai bekas kawah gunung api itu atau fasies sentral (Gambar 12).<br />
<a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled10.jpg"><img src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled10.jpg?w=300&#038;h=170" alt="" title="untitled10" width="300" height="170" class="alignnone size-medium wp-image-204" /></a><br />
Lereng luar kerucut gunung api Dogdog memperlihatkan kemiringan melandai masing-masing ke utara dan selatan yang mencerminkan fasies proksimal sampai fasies medial dari gunung api itu. Berdasarkan analisis morfologi gunung api, Gunung Dogdog ini muncul pada lereng utara Gunung Kendang sehingga dapat dipandang sebagai kerucut parasit Gunung Kendang.<br />
Batuan penyusun pada umumnya sudah lapuk kuat menjadi tanah merah coklat. Dari batuan segar yang terdapat di Dusun Perengpojok, Desa Cikawao, Kecamatan Ibun (lokasi 7o 07’ 42,5” LS – 107o 44’ 10,0” BT) diketahui bahwa batuan penyusunnya adalah andesit basal. Batuan tersebut berwarna abuabu gelap, bertekstur porfi roafanitik, berstruktur massif, fenokris terdiri atas plagioklas dan piroksen berbutir halus yang tertanam di dalam massa dasar afanitik.<br />
8.	Satuan Batuan Gunung Api Wayang – Windu (WV)<br />
Satuan batuan gunung api ini membentuk kerucut perbukitan di tengah-tengah Dataran Pangale-ngan, di sebelah selatan Gunung Malabar. Paling tidak ada tiga puncak gunung berderet dari utara ke selatan, yaitu Gunung Bedil, Gunung Wayang, dan Gunung Windu (Gambar 13). Dari data sekunder (Bogie dan Mackenzie, 1998) diketahui batuan Gunung Wayang berumur 0,49 juta tahun, Gunung Bedil 0,19 juta tahun, dan Gunung Windu 0,10 juta tahun. Dari kenampakan bentang alam Gunung Bedil dan Gunung Wayang membentuk morfologi melandai ke utara, sedangkan Gunung Windu berbentuk kubah.<br />
Berdasarkan data statistik (Ferrari, 1995) lama hidup gunung api komposit berkisar antara 240.000 tahun sampai dengan 1,3 juta tahun, sehingga perbedaan umur batuan menunjukkan kisaran waktu hidup sebuah kerucut gunung api komposit. Dengan demikian, data geomorfologi dan statistik tersebut menunjukkan bahwa ketiga gunung itu merupakan sebuah kerucut gunung api.<br />
Gunung Bedil dan Gunung Wayang merupakan fasies proksimal &#8211; medial pada lereng sampai kaki utara, sedangkan Gunung Windu dipandang sebagai fasies pusatnya. Batuan gunung api ini sebagian besar telah mengalami ubahan hidrotermal. Bongkah batuan segar berdiameter 2 &#8211; 3 m yang dijumpai di kaki-kaki bukit berkomposisi andesit horenblenda (lokasi 7o 14’ 48,4” LS – 107o 37’ 51,0” BT). Batuan berwarna abu-abu, bertekstur porfi roafanitik, struktur berlubang halus &#8211; sedang, fenokris terdiri atas plagioklas, horenblenda, kuarsa (?) yang tertanam di dalam massa dasar afanitik.<br />
9.	Satuan Batuan Gunung Api Malabar (MV)<br />
Malabar merupakan sebuah gunung api yang sangat besar di daerah penelitian. Jarak datar kawasan Gunung Malabar ini mempunyai diameter ± 20 km. Gunung api ini juga menjadi batas antara dataran tinggi Bandung (700 m) di sebelah utara dan dataran tinggi Pangalengan (1400 m) di sebelah selatan. Dari citra landsat tampak di puncaknya terdapat kaldera kecil yang membuka ke timur laut dan ke barat daya. Bogie dan Mackenzie (1998) melaporkan bahwa batuan gunung api ini berumur 0,23 juta tahun.<br />
Dari penampakan bentang alam, baik dari citra landsat maupun pemeriksaan di lapangan diketahui bahwa Gunung Puncak Besar di bagian selatan – barat daya merupakan Gunung Malabar Tua. Aktivitas vulkanisme kemudian membentuk Gunung Malabar Muda yang muncul di sebelah utaranya.<br />
Batuan penyusun bervariasi dari basal sampai andesit basal, masing-masing tersingkap di hulu Ci Sangkuy (Gambar 15, lokasi 7o 06’ 32,9” LS – 107o 32’ 51,9” BT) dan lereng barat Gunung Puntang (lokasi 7o 06’ 37,9” LS – 107o 36’ 08,1” BT).<br />
Aliran lava basal di Cisangkuy berwarna abu &#8211; abu kehitaman, bertekstur gelas, afanitik sampai porfi ritik sangat halus, berstruktur kekar lembar &#8211; masif. Fenokris terdiri atas plagioklas dan piroksen berbutir sangat halus (&lt; 1 mm). Andesit basal di lereng Gunung Puntang merupakan bongkah lava berwarna abu-abu gelap, bertekstur porfi roafanitik halus, berstruktur masif &#8211; berlubang halus, fenokris terdiri atas plagioklas dan piroksen berbutir halus sedang (1-2 mm) yang tertanam di dalam massa dasar afanitik.<br />
2)	Satuan Batuan Piroklastika Pangalengan (PP)<br />
Satuan batuan ini tersebar di dalam Cekungan Pangalengan yang mempunyai diameter lk. 20 km. Batuan pada umumnya masih lepas-lepas, sebagian sudah mengalami pengerjaan ulang. Di bagian bawah dan yang berdekatan dengan Gunung Wayang -Windu batuan piroklastika ini sudah terubah secara hidrotermal.<br />
Batuan berwarna putih abu-abu, kuning kecoklatan sampai lapuk menjadi tanah merah coklat (lokasi 7o 13’ 26,9” LS – 107o 35’ 12,6” BT), berbutir halus di bagian atas. Diperkirakan batuan piroklastika ini terbentuk semenjak pembentukan Kaldera Pangalengan dan ke atasnya merupakan bahan piroklastika yang bersumber dari banyak gunung api lebih muda, termasuk Gunung Papandayan di sebelah tenggara daerah penelitian. Oleh sebab itu kisaran umur satuan batuan sangat panjang, paling tidak sejak Kala Plistosen hingga masa kini.<br />
3)	Endapan Aluvium (Al)<br />
Endapan Aluvium merupakan produk pengerjaan ulang yang terutama diendapkan di dalam Cekungan Bandung. Pada aliran hulu Ci Tarum dan Ci Hejo, atau antara Gunung Malabar di sebelah barat dan Gunung Dogdog di sebelah timur, endapan alluvium membentuk kipas besar sampai di Dataran Majalaya. Hal yang sama juga terjadi di hilir Ci Sangkuy, yang dibatasi oleh tinggian Gunung Tanjaknangsi di sebelah barat dan Gunung Malabar di sebelah timur. Endapan aluvium terdiri atas bahan lepas berbutir bongkah sampai lempung yang tersebar di dataran dan lembah sungai. Dataran di tempat aluvium ini diendapkan sekarang menjadi daerah pemukiman dan persawahan yang subur, tetapi pada musim hujan sering terlanda banjir.<br />
C.	STRUKTUR GEOLOGI<br />
Penelitian struktur geologi sudah banyak dilakukan para ahli, antara lain Achnan (1998), dan Achnan drr. (2004). Pola kelurusan sesar umumnya berarah barat laut &#8211; tenggara, timur laut – barat daya dan sedikit yang berarah utara – selatan. Sesar-sesar berarah timur laut &#8211; barat daya mengikuti pola sesar arah Meratus, sesar berarah barat laut – tenggara mengikuti pola sesar arah Sumatera, sementara yang berarah utara – selatan dikontrol oleh sesar pada batuan dasar yang tersusun oleh pluton granit dan batuan malihan (Martodjojo,2003).<br />
Penelitian struktur geologi tersebut tampaknya hanya ditinjau dari aspek tektonika, sehingga masih belum dikaitkan dengan bentuk fisiografi Cekungan Bandung dan jajaran kerucut gunung api yang muncul di tepi cekungan.<br />
Analisis citra landsat menunjukkan bahwa kelurusan pada umumnya berarah tenggara – barat laut dan timur tenggara &#8211; barat barat laut. Kelurusan yang diyakini sebagai sesar memotong Kaldera Malabar mengakibatkan bentuk perbukitan terpotong-potong dan membentuk gawir di sekitar Pasir Panjang (lokasi 7o 14’ 25,9” LS – 107o 38’ 51,7” BT dan 7o 14’ 48,4” LS – 107o 37’ 51,0” BT). Kelurusan yang memotong lereng barat laut Gunung Tanjaknangsi menunjukkan adanya kekar sejajar dan intensif pada lokasi 06/SB/13. Sesar yang cukup jelas ditemukan buktinya di lapangan adalah Sesar Tarikolot (lokasi 7o 01’ 56,4” LS – 107o 36’ 28,3” BT), di mana blok selatan relatif turun terhadap blok utara. Sesar Tarikolot ini memotong batuan gunung api purba Baleendah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=191&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2010/03/22/tinjauan-fisiografi-dataran-tinggi-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled2.jpg?w=220" medium="image">
			<media:title type="html">untitled2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled21.jpg?w=220" medium="image">
			<media:title type="html">untitled2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled31.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled51.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled8.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2010/03/untitled10.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled10</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TINJAUAN FISIOGRAFI GUNUNG KIDUL DAN PARANTRITIS</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/09/25/tinjauan-fisiografi-gunung-kidul-dan-parantritis/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/09/25/tinjauan-fisiografi-gunung-kidul-dan-parantritis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 17:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Luas daerah Istimewa Yogyakarta adalah 3.185,80 km2. Wilayah DIY ini berada di bagian tengah Pulau Jawa, termasuk zone tengah bagian selatan dari formasi geologi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara astronomi, daerah ini terletak di antara 7033&#8242;LS &#8211; 8012&#8242;LS . &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/09/25/tinjauan-fisiografi-gunung-kidul-dan-parantritis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=181&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-181"></span><br />
Luas daerah Istimewa Yogyakarta adalah 3.185,80 km<sup>2</sup>.  Wilayah DIY ini berada di bagian tengah Pulau Jawa, termasuk zone tengah bagian selatan dari formasi geologi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara astronomi, daerah ini terletak di antara 7033&#8242;LS &#8211; 8012&#8242;LS . Secara administratif, keseluruhan wilayah tersebut berbatasan dengan :</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sebelah 	barat laut		: Kabupaten Magelang</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sebelah 	timur		: Kabupaten Klaten</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sebelah 	tenggara		: Kabupaten Wonogiri</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sebelah 	selatan		: Samudra Indonesia</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sebelah 	barat		: KabupatenPurworejo.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-right:.16cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Terbagi dalam lima wilayah administratif daerah Tingkat II, yaitu :</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kotamadia 	Yogyakarta dengan luas 32,5 km<sup>2</sup></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kabupaten 	Bantul dengan luas 506,85 km<sup>2</sup></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kabupaten 	Kulonprogo dengan luas 586,27 km<sup>2</sup></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kabupaten 	Gunungkidul dengan luas 1.485,36 km<sup>2</sup></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kabupaten 	Sleman dengan luas 574,82 km<sup>2 </sup></p>
</li>
</ul>
<ol>
<li>
<p style="margin-right:.16cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" align="justify"><strong>GEOMORFOLOGI</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:.63cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Secara geografis, wilayah DIY tersusun atas empat satuan, yaitu Pegunungan Selatan, Gunung api Merapi, dataran rendah antara Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kulonprogo, dan Pegunungan Kulonprogo dan dataran rendah selatan. Secara geomorfologis, Propinsi DIY terdiri dari 6 kelompok satuan bentuk lahan utama, yaitu bentuk marin dan eolin, fluvial, struktural-denudasional, solusional, vulkanik, dan denudasional. Jika menurut keadaan geomorfologi yang terbentuk oleh faktor endogen dan eksogen, maka Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dapat dibagi menjadi 6 satuan geomorfologi, yaitu : Satuan Dataran ; Satuan Perbukitan Rendah Satuan Perbukitan Sedang ; Satuan Perbukitan Tinggi (Pegunungan) ; Satuan Kaki Lereng Gunung Merapi ; Satuan Tubuh Gunung Merapi.</p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:.63cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Secara fisiografi daerah ini terbagi menjadi:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-right:.16cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Gunung Api Merapi dan lereng gunung api, terletak di bagian utara 	DIY pada ketinggian ± 500 m hingga  ± 2.911 m, 	dengan susunan material dari endapan aktivitas Gunung Api Merapi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:.16cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Dataran Aluvial, terletak di bagian tengah membentang ke selatan DIY 	hingga Samudra Indonesia. Wilayah ini mempunyai topografi 	datar-hampir datar, sehingga merupakan lahan yang baik untuk 	permukiman dan pertanian.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:.16cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Pegunungan Kulon Progo yang terletak di bagian barat DIY dengan 	batas bagian timur adalah lembah progo dan bagian selatan dibatasi 	oleh dataran aluvial pantai. Wilayah ini mempunyai lereng 	curam-hingga sangat curam sehingga proses erosi dan longsor sering 	terjadi dan perlu tindakan konservasi tanah.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-right:.16cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dataran Tinggi Gunungkidul, yang meliputi bagian 	tenggara DIY. Bagian utara daerah ini dibatasi oleh pegunungan Batur 	Agung dengan garis yang terjal dan memanjang. Bagian tengah 	merupakan ledok Wonosari dengan topografi datar bergelombang dan 	pada bagian selatan merupakan perbukitan <em>karst</em> yang disebut 	Gunung Sewu. Lereng perbukitan <em>karst</em> tersebut curam 	dan merupakan lahan kritis.</p>
</li>
</ul>
<ol>
<li>
<p style="margin-right:.16cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" align="justify"><strong>STRATIGRAFI</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.06cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;page-break-before:always;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" align="center">Urutan litostratigrafi daerah penelitian dimuali dari batuan-batuan yang palingtua adalah dari Formasi Semilir, yang terdiri dari perselingan breksi tufa, breksi betugamping, tufa dasit, tufa andesit serta batulempung tufaan. Formasi Semilir bersilang jari di bawah permukaan dengan batugamping, batupasir napalan dan napal dari Formasi Sentolo<span style="font-size:x-small;">. </span>Diatas Formasi Semilir diendapkan secara selaras breksi andesit, batupasir, breksi batulempung dan batupasir dari Formasi Nglanggran. Di atas Formasi Ngalangran diendapkan secara tidak selaras setempat-setempat batuan-batuan dari formasi Sambipitu,yang tersiri dari perselingan batupasir dan serpih, kadang-kadang banyak dijumpai batulanau, batulempung dan batulempung krikilan. Diatas batuan-batuan ini diendapkan secara selaras batuan-batuan dari Formasi Oyo yang terdiri dari kalkarenit, kalsirudit dan napal. Formasi-formasi tersebut mempunyai umur Miosen Bawah bagian akhir sampai Miosen Atas bagian akhir. Diatas batuan-batuan Tersier tersebut secara tidak selaras diendapkan aluvial yang berumur dengan endapan vuklanik Merapi muda. Endapan-endapan tersebut dari pasir lanauan, pasir kerikilan, lanau dan lempung yang merupakan endapan pada sistem sungai. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah sesar geser dan sesar normal. Struktur kekar berkembang pada batuan-batuan yang berumur Tersier.<strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Kondisi Geologi, berdasarkan Peta Geologi Lembar Yogyakarta (Wartono Raharjo dkk., 1995) ini terdiri dari beberapa satuan batuan  yaitu:</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		Permukaan Aluvium (Qa)</strong> : Koluvium (Qc), batuan Vulkanik . Pasir 		Koluvium (Qc); Terdiri dari pasir, lempung, lanau dan kerikil. 		Formasi ini didominasi oleh pasir. Pasir berwarna coklat kehitaman, 		berukuran halus-kasar, gradasi sedang. Secara umum di permukaan, 		pasir bersifat agak padat.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		Kerucut Abu (Qcc</strong>) :Kubah Lava, Leleran Puncak dan Leleran 		Lereng (Qdf) . Pasir Tufa Endapan Kerucut Abu (Qcc); Terdiri dari 		tufa dan breksi tufa.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Tufa umumnya melapuk sedang hingga kuat, berwarna kuning kecoklatan, ukuran butir pasir halus, agak padu dan mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi tufa umumnya melapuk sedang berwarna coklat tua, komponen tufa dan  agak segar yang berukuran pasir kasar hingga kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh tufa dengan kepadatan umumnya sedang. Kubah Lava G. Merbabu, Leleran Lereng (Qdf); Terdiri dari leleran lava yang bersusunan andesit dari G. Merbabu pada lereng selatan. Lava umumnya melapuk ringan, berwarna kelabu terang, tekstur halus, masif dan sebagian struktur vesikuler. Formasi ini di permukaan didominasi oleh lava yang secara umum mempunyai kekerasan adalah keras. Tanah penutup umumnya berupa pasir lanauan, abu-abu kecoklatan, ketebalan rata-rata 1,5 m.</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		Vulkanik</strong> : G. Merbabu (Qme) .Breksi Lahar dan LavaGunungapi 		Merbabu (Qme); Terdiri dari breksi lahar dan lava yang bersusunan 		andesit.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi lahar umumnya melapuk sedang, berwarna coklat tua, komponen tufa dan batuan agak segar yang berukuran pasir kasar hingga kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Lava umumnya melapuk ringan, berwarna kelabu terang, tekstur halus, masif dan sebagian struktur vesikuler.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh lava yang secara umum mempunyai kekerasan adalah keras. Tanah penutup umumnya berupa pasir lanauan, coklat kehitaman, agak padat, ketebalan rata-rata 1-1,5 m. Hasil analisa laboratorium mekanika tanah pada beberapa lokasi mempunyai nilai antara lain : Gs=2,714, gn=1,542 g/cm3, wn=31,95%, grup simbol SM, c=0,04 kg/cm2, f=31,49o.</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		G. Sumbing Muda (Qsm)</strong> .Pasir Tufa Gunung Sumbing Muda (Qsm); 		Terdiri dari pasir tufaan, tuf pasiran dan breksi tufa.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Pasir tufaan umumnya melapuk sedang berwarna coklat abu-abu, berupa lapisan pasir kasar kerikilan. Pasir sedang dan pasir halus kerikilan bersifat lepas dan mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi tufa umumnya melapuk sedang berwarna coklat tua, komponen tufa dan batuan agak segar yang berukuran pasir kasar hingga kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu. Tufa umumnya melapuk sedang, berwarna kuning kecoklatan, ukuran butir pasir halus, agak padu dan mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi  ini di permukaan didominasi oleh pasir tufa dengan kekeraasan umumnya sedang di beberapa tempat, nilai tekanan konus (CPT) berkisar antara 10 &#8211; 45 kg/cm2 . Tanah penutup umumnya berupa pasir hingga pasir halus, coklat kehitaman, agak padat hingga lepas, ketebalan berkisar antara 1 hingga 1,5 m.</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		G. Sumbing Tua (Qsmo)</strong> ; Dasit (d). Breksi Endapan Gunung 		Sembing Tua (Qsmo); Terdiri dari breksi andesit, aglomerat dan 		tufa. Breksi andesit umumnya melapuk sedang berwarna kuning 		kecoklatan, komponen batuan andesitik (4 &#8211; 45 cm) agak segar, 		menyudut tanggung, tertanam pada masadasar pasir tufa berbutir 		kasar, agak padat sebagian mudah hancur.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Aglomerat umumnya melapuk kuat, berwarna putih keabuan, agak padu, mudah hancur, komponen batuan andesitik (5-30 cm) terkungkung dalam masadasar pasir kasar, agak padat. Tufa umumnya melapuk sedang hingga kuat, berwarna kuning kecoklatan, ukuran butir pasir halus, agak padu dan mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh breksi dengan kekerasan umumnya keras. Tanah penutup umumnya berupa pasir hingga pasir lanauan, coklat kehitaman, agak padat hingga lepas, ketebalan berkisar antara 1 hingga 1,5 m.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Lava Dasit (d); Terdiri dari lava dasit-andesit yang berupa kubah lava dan leleran. Lava andesit umumnya melapuk ringan berwarna abu-abu tua, padu, bertekstur kasar dan porfiritik, terkekarkan cukup intensif dan terisi oleh mineral kuarsa.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh lava dengan kekerasan umumnya sangat keras. Tanah penutup umumnya berupa lanau pasiran berkerikil, coklat kemerahan, teguh-kaku, ketebalan rata-rata 1 m.</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		Vulkanik Merapi Muda (Qmi). </strong>Breksi Lahar Endapan Longsoran 		Merapi (na); Terdiri dari leleran breksi lahar dari Gunung Merapi. 		Breksi lahar umumnya melapuk sedang, berwarna coklat tua, komponen 		tufa dan batuan agak segar yang berukuran pasir kasar hingga 		kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh breksi lahar yang secara umum mempunyai kekerasan adalah keras.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Pasir Tufa Endapan Vulkanik Merapi Muda (Qmi); Terdiri dari pasir tufa, abu, aglomerat dan leleran lava tak terpisahkan.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Pasir tufa umumnya melapuk sedang berwarna coklat abu-abu, berupa lapisan pasir kasar kerikilan. Pasir sedang dan pasir halus kerikilan bersifat lepas dan mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Aglomerat umumnya melapuk kuat, berwarna coklat keabuan, agak padu, mudah hancur, komponen batuan andesitik (5-20 cm), masa dasar pasir kasar, agak padat.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Leleran lava umumnya bersifat andesitik, melapuk ringan berwarna abu-abu tua, padu, bertekstur kasar dan porfiritik, terkekarkan cukup intensif dan terisi oleh mineral kuarsa.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh pasir tufa dengan kekeraasan umumnya sedang  di beberapa tempat, nilai tekanan konus (CPT) berkisar antara 5-45 kg/cm2 (bagian selatan) dan antara 20-145 kg/cm2 (bagian tengah). Tanah penutup umumnya di bagian selatan berupa lanau pasiran, coklat kelabu, lunak, plastisitas sedang, ketebalan antara 0,5 hingga 1,3 m, sedangkan di bagian tengah berupa pasir hingga pasir lanauan, coklat, agak padat hingga lepas.</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		Vulkanik Merapi Tua (Qmo)</strong>, Breksi Vulkanik (Qb), Breksi 		Vulkanika Endapan Gunungapi Merapi Tua (Qmo); Terdiri dari breksi 		vulkanik, aglomerat dan lava yang bersusunan andesit.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi vulkanik umumnya melapuk sedang, berwarna coklat kehitaman, komponen tufa dan batuan agak segar yang berukuran pasir kasar hingga kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Aglomerat umumnya melapuk sedang, berwarna kecoklatan , agak padu, mudah hancur, komponen batuan andesitik (5-30 cm) terkungkung dalam masadasar pasir kasar, agak padat.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Lava umumnya melapuk ringan, berwarna kelabu terang, tekstur halus, masif dan sebagian struktur vesikuler. Formasi ini di permukaan didominasi oleh breksi vulkanik yang secara umum mempunyai kekerasan adalah keras. Tanah penutup umumnya berupa pasir sedang hingga pasir lanauan, abu-abu kecoklatan, ketebalan rata-rata 1m.</p>
<p style="margin-left:1.69cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi Vulkanik (Qb); Terdiri dari breksi yang bersifat andesitik, lava, batupasir tufaan dan breksi lahar. Breksi andesit umumnya melapuk sedang berwarna kuning kecoklatan, komponen batuan andesitik (4 &#8211; 45 cm) agak segar, menyudut tanggung, tertanam pada masadasar pasir tufa berbutir kasar, agak padat sebagian mudah hancur. Lava andesit umumnya melapuk ringan berwarna abu-abu tua, padu, bertekstur kasar dan porfiritik, terkekarkan cukup intensif dan terisi oleh mineral kuarsa. Batupasir tufaan umumnya melapuk sedang berwarna coklat abu-abu, berupa lapisan pasir kasar. Breksi lahar umumnya melapuk sedang, berwarna coklat tua, komponen tufa dan batuan agak segar yang berukuran pasir kasar hingga kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu.</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Endapan 		Tersier :</strong> Formasi Sentolo (Tmps), Formasi Jonggrangan (Tmj), 		Formasi Kebobutak (Tmok), Formasi Nanggulan (Teon), Formasi 		Wonosari (Tmpw), Formasi Kepek (Tmpk), Formasi Sambipitu (Tms), 		Formasi Nglanggran (Tmn) Formasi Semilir (Tmse),batuanTerobosan  		Andesit (a) ; Dasit (da) ; Diorit (dr).</p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Batugamping 	Formasi Sentolo (Tmps);</strong> Terdiri dari batugamping dan batupasir 	napalan.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batugamping umumnya melapuk sedang, berwarna putih keabuan, berlapis, padu, terdapat nodul-nodul kalsit.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batupasir napalan umumnya melapuk sedang, berwarna abu-abu kecoklatan, berlapis, berbutir sedang-kasar, terdiri dari tufa dan fragmen batuan agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh batugamping dengan kekerasan umumnya sedang. Di beberapa tempat, nilai tekanan konus (CPT) berkisar antara 5-25 kg/cm2. Tanah penutup umumnya berupa lempung, coklat kehitaman, lunak, ketebalan tanah penutup sekitar 1 m. Hasil analisa laboratorium mekanika tanah pada beberapa lokasi mempunyai nilai antara lain : Gs=2,693, gn=1,499 g/cm3, wn=26,12%, grup simbol CH, c=0,1 kg/cm2, f=28,81o.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Konglomerat 	Formasi Jonggrangan (Tmj);</strong> Terdiri dari konglomerat, napal 	tufaan dan batupasir gampingan.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Konglomerat umumnya melapuk ringan hingga sedang, berwarna coklat keabuan, terdiri dari masadasar pasir sedang, agak padu, ukuran butir komponen kerikil-kerakal (2-30 cm) berbentuk membulat tanggung-menyudut tanggung.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Napal tufaan umumnya melapuk sedang, berwarna abu kecoklatan, padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batupasir gampingan umumnya melapuk sedang, abu-putih kecoklatan, padu, ukran butir sedang hingga kasar.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh konglomerat dengan kekerasan umumnya keras hingga sangat keras.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Breksi 	Formasi Kebobutak (Tmok);</strong> Terdiri dari breksi, tufa, dan 	aglomerat.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi umumnya melapuk sedang berwarna merah kecoklatan, komponen batuan andesitik (5-30 cm) agak segar menyudut tanggung, tertanam pada masadasar pasir tufa berbutir kasar, agak padat sebagian mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Tufa umumnya melapuk sedang, berwarna kuning kecoklatan, batuan dasitik dan andesitik, berukuran butir pasir sedang, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Aglomerat umumnya melapuk kuat, berwarna putih keabuan, agak padu, mudah hancur, komponen batuan andesitik (5-20 cm) tertanam dalam masadasar pasir kasar, agak padat. Batu lanau umumnya melapuk sedang, berwarna abu-abu kecoklatan sebagian menyerpih dan mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh breksi dengan kekerasan umumnya keras. Dibeberapa tempat nilai tekanan konus (CPT) berkisar antara 5-40 kg/cm2. Tanah penutup umumnya berupa lanau, coklat kehitaman, lunak, plastisitas tinggi, ketebalan rata-rata 1,5 m. Hasil analisa laboratorium mekanika tanah pada beberapa lokasi mempunyai nilai antara lain : Gs=2,716, gn=1,33 g/cm3, wn=28,51%, grup simbol MH, c=0,14 kg/cm2, f=26,79o.</p>
<p style="margin-left:3.17cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Batupasir 	Formasi Nanggulan (Teon);</strong> Terdiri dari batupasir yang bersisipan 	dengan lignit dan napal pasiran.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batupasir umumnya melapuk sedang, berwarna abu-abu kecoklatan, berlapis, berbutir sedang-kasar, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh batupasir dengan kekerasan umumnya keras. Tanah penutup umumnya berupa pasir, coklat keabuan, agak padat hingga lepas, ketebalan rata-rata 1 meter.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Batugamping 	Formasi Wonosari (Tmpw);</strong> Terdiri dari batugamping dan batupasir 	tufaan.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.32cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batugamping umumnya melapuk sedang, berwarna putih keabuan, berlapis, padu, terdapat nodul-nodul kalsit.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batupasir tufaan umumnya melapuk sedang, berwarna abu-abu kecoklatan, berlapis, berbutir sedang-kasar, terdiri dari tufa dan fragmen batuan, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh batugamping dengan kekerasan umumnya sedang. Tanah penutup umumnya berupa lempung lanauan, coklat kehitaman, lunak, ketebalan rata-rata 1,5 m.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Napal 	Formasi Kepek (Tmpk);</strong> Terdiri dari napal dan batugamping 	berlapis.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Napal umumnya melapuk sedang, berwarna putih keabuan, berlapis, padu, terdapat nodul-nodul kalsit. Batugamping umumnya melapuk sedang, berwarna abu-abu keputihan, berlapis, padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh napal dengan kekerasan umumnya sedang. Tanah penutup umumnya berupa lempung lanauan, coklat kehitaman, lunak, ketebalan rata-rata 1 m.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Tufa 	Formasi Sambipitu (Tms);</strong> Terdiri dari perselang-selingan lapisan 	tufa, serpih, batulanau dan konglomerat.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Tufa umumnya melapuk ringan, berwarna kuning keabuan, ukuran butir pasir halus, padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Serpih umumnya melapuk ringan, putih kelabu, padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batulanau umumnya sedang, berwarna abu-abu kecoklatan, sebagian menyerpih.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Konglomerat umumnya melapuk ringan, berwarna coklat keabuan, terdiri dari masadasar pasir sedang, sangat padu, ukuran butir komponen kerikil-kerakal (2-30 cm) berbentuk membulat tanggung-menyudut tanggung.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh tufa dengan kekerasan umumnya keras. Tanah penutup umumnya berupa lempung, coklat kehitaman, lunak plastisitas tinggi, ketebalan rata-rata 1 m. Hasil analisa laboratorium mekanika tanah pada beberapa lokasi mempunyai nilai antara lain : Gs=2,758, gn=1,683 g/cm3, wn=29,78%, grup simbol CH, c=0,14 kg/cm2, f=21,8o.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Breksi 	Vulkanik Formasi Nglanggran (Tmn); </strong>Terdiri dari breksi vulkanik, 	breksi aliran, aglomerat, lava dan tufa.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi vulkanik umumnya melapuk sedang berwarna coklat tua, komponen terdiri dari tufa dan batuan andesitik, agak segar berukuran hingga 40 cm, menyudut tanggung, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Breksi aliran umumnya melapuk sedang, berwarna coklat tua, komponen tufa dan batuan agak segar yang berukuran pasir kasar hingga kerakal, menyudut sampai membulat tanggung, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Aglomerat umumnya melapuk sedang, berwarna putih keabuan, padu sebagian mudah hancur, komponen batuan andesitik, agak segar, menyudut tanggung (10-25 cm) tertanam dalam masadasar pasir sedang-kasar, padat.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Lava umumnya melapuk ringan, berwarna kelabu terang, tekstur halus, masif dan sebagian struktur vesikuler. Tufa umumnya melapuk sedang, berwarna kuning kecoklatan, berukuran butir pasir halus, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh breksi vulkanik yang secara umum mempunyai kekerasan adalah keras. Tanah penutup umumnya berupa pasir hingga pasir lanauan, coklat kehitaman, padat hingga agak lepas, ketebalan berkisar antara 1-2 m.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Breksi 	Tufa Formasi Semilir (Tmse);</strong> Terdiri dari breksi tufa, tufa dan 	batulempung tufaan.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Breksi tufa umumnya melapuk sedang berwarna coklat tua, komponen terdiri dari tufa dan batuan andesitik, agak segar berukuran hingga 40 cm, menyudut tanggung, agak padu dan sebagian mudah hancur.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Tufa umumnya melapuk sedang, berwarna kuning kecoklatan, batuan dasitik dan andesitik, berukuran butir pasir sedang, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Batu lempung tufaan umumnya melapuk sedang berwarna putih kecoklatan, agak padu.</p>
<p style="margin-left:2.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Formasi ini di permukaan didominasi oleh breksi tufa dengan kekerasan umumnya keras. Tanah penutup umumnya berupa lanau , merah kecoklatan, teguh, plastisitas tinggi, ketebalan rata-rata 1 m. Hasil analisa laboratorium mekanika tanah pada beberapa lokasi mempunyai nilai antara lain : Gs=2,646, gn=1,606 g/cm3, wn=34,36%, grup simbol MH, c=0,14 kg/cm2, f=28,37o.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Andesit 	(a);</strong> Merupakan rangkaian intrusi batuan andesit yang tersingkap 	jelas pada puncak-puncak perbukitan G. Telu dan G. Kukusan di bagian 	selatan hingga G. Pencu di bagian utara. Andesit berwarna abu-abu 	kehijauan, berkomposisi antara hipersten hingga 	andesit-augit-hornblenda dan trakiandesit. Kekerasan umumnya sangat 	keras. Hasil pelapukan berupa lanau, berwarna coklat kehitaman, 	palstisitas sedang, lunak.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Dasit 	(da);</strong> Merupakan intrusi batuan beku dasit yang menerobos 	andesit. Hasil pelapukan berupa lanau lempingan, berwarna coklat 	kehitaman, palstisitas sedang, lunak.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" align="justify"><strong>Diorit (dr);</strong> Merupakan intrusi batuan beku 	diorit hornblenda. Kekerasan umumnya sangat keras. Hasil pelapukan 	berupa lanau lempungan, berwarna abu-abu kecoklatan, palstisitas 	sedang, lunak.</p>
</li>
</ul>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>STRUKTUR GEOLOGI</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.15cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Rekaman proses tektonisme sangat banyak dijumpai di dataran Yogyakarta. Diawali dari data sesar akibat pengangkatan Pegunungan Kulon Progo dan Selatan, sesar-sesar di sepanjang dataran gunung api terbentuk belakangan serta sesar-sesar minor oleh gempa-gempa tektonik yang berlangsung pada (Anonim, 2006):</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">10 	Juni 1867, episentrum pada 8,7 LS &amp; 110,8</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">BT; 	8-9 <em>Modifi ed Mercalli Intensity </em>(MMI)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">27 	Sept. 1937, episentrum pada 8,7 LS &amp; 108</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">BT; 	8 MMI</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">23 	Juli 1943, episentrum pada 8,6 LS &amp; 109,9</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">BT; 	8 MMI</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">13 	Maret 1981, episentrum pada 8,7 LS &amp;</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">110,4 	BT; 5,6 SR (Skala Richter)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.85cm;text-indent:1.15cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sesar-sesar minor juga dijumpai pada tebingtebing galian candi. Sesar tersebut didukung pula oleh kondisi keruntuhan candi yang cenderung runtuh vertikal (Jawa: <em>ambleg</em>), seperti di Candi Kedulan dan Plaosan Kidul. Dasar Candi Kedulan sebelum direnovasi menunjukkan penampakan bergelombang, sedangkan pada batu-batu di dasar Candi Plaosan Kidul (lantai halaman) terjadi perbedaan relief, miring ke barat. Sebaran candi-candi yang diduga rusak oleh proses-proses geologi (pengendapan batuan gunung api dan gempa bumi).</p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE">
<p style="margin-left:1.48cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=181&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/09/25/tinjauan-fisiografi-gunung-kidul-dan-parantritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TINJAUAN FISIOGRAFI DIENG</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/08/08/tinjauan-fisiografi-dieng/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/08/08/tinjauan-fisiografi-dieng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Keadaan topografi dataran tinggi atau plateau (plato) Dieng dan sekitarnya sangat komplek. Disini terdapat depresi, pegunungan, gunung tinggi , bukit dan dataran. Jawa Tengah merupakan suatu daerah yang dibatasi oleh kelurusan Cirebon – Muara Citadui dan kelurusan Semarang – Muara &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/08/08/tinjauan-fisiografi-dieng/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=172&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="more-172"></span><br />
<!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Keadaan topografi dataran tinggi atau </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE"><em>plateau</em></span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE"> (plato) Dieng dan sekitarnya sangat komplek. Disini terdapat depresi, pegunungan, gunung tinggi , bukit dan dataran.</span></span></p>
<p style="text-indent:.75cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Jawa Tengah merupakan suatu daerah yang dibatasi oleh kelurusan Cirebon – Muara Citadui dan kelurusan Semarang – Muara Sungai Opak, terdiri dari 2 rangkaian pegunungan Serayu Utara dan Serayu Selatan. Pegunungan Serayu Utara merupakan lanjutan dari zona Bogor dan di sebelah timur dilanjutkan dengan pegunungan Kendeng. Pegunungan Serayu Utara lebarnya berkisar antara 30 – 50 km, dimana ujung baratnya ditutupi oleh material vulkanik gunung Slamet, sedangkan sebelah timur ditutupi oleh produk vulkanik Rogojembengan, komplek Dieng dan Ungaran.</span></p>
<p style="text-indent:.75cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Komplek Dieng terletak pada zona Serayu Utara (Van Bemmelen, 1A, 1949) yang berumur Tersier, dibatasi sebelah barat oleh daerah Karangkobar dan sebelah timur oleh daerah Ungaran. Material vulkanik yang menutupi sebagian wilayahnya berasal dari gunungapi dan letusan kawah yang masih aktif sejak kala Holosen sampai sekarang. Dengan demikian telah mempengaruhi perkembangan kondisi geomorfologi daerah Dieng.</span></p>
<p style="text-indent:.75cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Daerah</span></span><span style="font-size:x-small;"> Dieng termasuk ke dalam cekungan Serayu Utara yang secara umum dapat dibagi menjadi 3 yaitu, cekungan Serayu Utara bagian barat, tengah dan bagian timur. Dieng termasuk ke dalam cekungan Serayu Utara bagian tengah. Menurut Van Bemmelen, 1949, cekungan Serayu Utara bagian tengah memiliki stratigrafi dari tua ke muda sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lapisan 	Sigugur</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Formasi 	Merawu</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Formasi 	Pengatan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lapisan 	Batugamping dasar</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Formasi 	Bodas</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Formasi 	Ligung</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Formasi 	Jembangan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Endapan 	Aluvial dan Vukanik Dieng</span></p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:.75cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Pegunungan Serayu Utara merupakan pegunungan lipatan dari suatu antiklinorium lapisan Neogen yang terlipat kuat berarah barat – timur. Pegunungan ini terbentuk akibat adanya kompresi lateral dari pergerakan Samudra Indonesia ke arah utara membentuk Lempeng Benua Asia. Gaya tersebut juga menyebabkan timbulnya sesar geser dengan arah relative barat laut – tenggara dan timur laut – barat daya di Pulau Jawa.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><a href="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2009/08/untitled1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-173" title="Untitled1" src="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2009/08/untitled1.jpg?w=500&#038;h=543" alt="Untitled1" width="500" height="543" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><strong>GEOMORFOLOGI </strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Secara geomorfologi Dieng dibagi menjadi 2 satuan geomorfologi yaitu, satuan pegunungan dan satuan dataran tinggi / plato.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan 		pegunungan</span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Pengecualian untuk bagian pusat dari daerah barat, satuan ini menempati keseluruhan wilayah. Gunungapi tersusun dari barisan gunung Seroja, gunung Kunir, gunung Prambanan, gunung Pakuwaja dan barisan gunung Kendil, gunung Butak, gunung Petarangan, gunung Prau, gunung Patakbanteng, gunung Jurangrawah, gunung Blumbang, atau sebagai kerucut-kerucut soliter-gunung Bisma, gunung Nagasari, semuanya adalah gunungapi strato vulkanik. Umumnya pegunungan tersebut memiliki kawah terbuka yang terdiri dari satu atau beberapa kawah ; salah satunya memiliki kawah tertutup yang diisi oleh lava dalam bentuk lubang yang tersumbat (</span><span style="font-size:x-small;"><em>plug</em></span><span style="font-size:x-small;">), seperti gunung Kendil, gunung Prambanan dan gunung Kunir. Gunung Prau tidak memilki kawah </span><span style="font-size:x-small;"><em>well-out lined</em></span><span style="font-size:x-small;">. Gunung Seroja memiliki dua kawah yaitu, kawah tertua berbentuk tapal kuda, terbuka ke sebelah timur, dan kawah termuda terbentuk sirkular. Gunung Pakuwaja memiliki danau kembar, keduanya berbentuk sirkular. Punggung lava dengan ketinggian 20 meter terletak berhubungan dengan dua kawah.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan 		dataran tinggi / plato</span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan geomorfologi ini ditemukan diantara barisan gunungapi dan kerucut – kerucut soliter yang sebagian besar ditempati oleh material vulkanik.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Plato Dieng berada 2000 meter diatas permukaan air laut yang dikelilingi gunung prau dan sekelompok gunung api yaitu gunung pakuwadja, gunung Kendil, dan gunung Sipandu. Wilayah ini memiliki beberapa danau diantaranya adalah danau warna, danau Pengilon, danau Terus, danau Lunut, dan danau Balekambang. Danau Warna dan danau Pengilon merupakan tubuh air yang dipisahkan oleh punggungan yang terbenyuk oleh lava gunung Kendil, sehingga pegunungan tersebut bukan kawah-kawah terpisah yang kemudian diisi dengan air. Kedua danau tersebut hadir karena mengalami pembendungan Sungai Tulis oleh aliran lava.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><strong>Stratigrafi </strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Menurut Boedihardi (1991), stratigrafi daerah Dieng dapat dibagi menjadi 10 unit litologi, sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Prau</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini berada di sekitar gunung Prau. Penyusunnya berupa lava andesit dengan komposisi utama piroksen. Secara lateral penyebaran satuan ini meliputi punggungan gunung Patakbanteng – gunung Prau – gunung Motomanuk – gunung Pomahan – gunung Bucu di timur laut dan gunung Gajahmungkur di sebelah barat laut.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	andesit Nagasari</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki pelamparan di sekitar gunung Nagasari dengan batas penyebaran relatif barat – timur. Litologi satuan ini berupa andesit dengan komposisi utama plagioklas dan piroksen.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Bisma</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki pelamparan di sekitar gunung Bisma, dengan litologi </span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">berupa</span></span><span style="font-size:x-small;"> lava andesit piroksen dengan dibeberapa tempat dijumpai breksi vulkanik autoklasitk.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Pagerkandang</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini penyebarannya meliputi gunung Sipandu – gunung </span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Pagerkandang</span></span><span style="font-size:x-small;"> ke arah selatan dan berhenti pada alur struktur patahan yang melalui desa Pawuhan. Litologi berupa nadesit dengan komposisi utama plagioklas dan piroksen. </span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Merdada – Pangonan</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki batas penyebaran meliputi gunung Pangonan dan Telaga Merdada. Litologi berupa lava andesit dengan komposisi utama plagioklas dan piroksen.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Kendil</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki penyebaran ke arah utara di daerah Wadas Putih dan ke </span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">arah</span></span><span style="font-size:x-small;"> selatan di desa Jojogan. Litologi penyusun berupa lava andesit dengan komposisi utama piroksen.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Pakuwaja</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki penyebaran disekitar gunung Pakuwaja dengan litologi berupa lava yang memiliki komposisi utama plagioklas dan biotit.</span></p>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Lava 	Andesit Seroja</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki penyebaran di sekitar gunung Seroja – Telaga Menjer dengan litologi berupa lava andesit dan memiliki komposisi utama berupa plagioklas dan piroksen.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Endapan 	Aluvial – Koluvial</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini memiliki penyebaran setempat-setempat pada daerah berelevasi rendah, seperti pada dataran tinggi Dieng, cekungan atau lembah. Material penyusunnya berukuran halus hingga pasiran. Terdiri dari fragmen piroklastik freatik, tanah hasil lapukan batuan beku dan hasil lapukan piroklastik. </span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Batuan 	Teralterasi</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:1cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Satuan ini terdapat dibeberapa tempat, seperti di sekitar kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Pagerkandang, gunung Pakuwaja, gunung , Telaga Warna dan Telaga Merdada. Umumnya batuan telah teralterasi kuat di daerah sekitar pemunculan manifestasi panasbumi. Sering dijumpai pola endapan freatik berwarna kelabu – coklat berupa lumpur dan pasir berfragmen warna putih – coklat.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;line-height:150%;page-break-before:always;" align="JUSTIFY"><strong>Struktur Geologi </strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Sesar dan kelurusan gunungapi pada umumnya berarah Barat Laut – Tenggara dan Barat – Timur. Sesar vulkanik terdapat di sekitar erupsi.</span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Suatu zona sesar berarah hampir Barat- Timur terdapat di sebelah selatan, yang membatasi depresi Batur. Bagian selatan yang relatif naik disebut sebagai Blok Tilting (Gunawan, 1986) dalam </span></span><span style="font-size:x-small;">Wiguna Purwa (2005)</span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">.  Sesar – sesar bersusun merupakan sesar – sesar tangga memotong lava Rogojembengan. Indikasi sesar didasarkan atas adanya gawir yang terlihat dari Dieng berarah Barat Laut – Tenggara dan juga dicerminkan oleh punggungan pada puncak Prau yang linear. </span></span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;">Sesar yang berarah Barat Laut – Tenggara terdapat di utara gunung Jimat. Idikasi sesar dicirikan oleh adanya milonit di sebelah utara Dringo, jalan setapak ke Sidongkal dan sering terjadi longsoran pada lereng timur gunung Jimat yang pernah menutupi desa Legetan. Sesar – sesar lain yang sejajar diumpai di sebelah utaranya memotong kerucut Kemulan dan Rogojembengan. Jauh di sebelah utara sesar – sesar yang berarah Barat Laut – Tenggara telah tersingkapkan breksi vulkanik memotong sungai Arus, Lampir dan Bela.</span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Pada daerah batas antara tubuh Prau dan Tlerep terdapat patahan yang berarah Barat Daya – Timur Laut. Sesar dicirikan oleh gawir yang memanjang dan telah tersingkapkan batuan pada Formasi Damar.</span></span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Sebuah sesar berarah hampir Utara – Selatan memotong lava komplek Pakuwaja. </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="pt-BR">Pada zona sesar ini di sebelah utara Kawah Pakuwaja muncul beberapa kegiatan </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="pt-BR"><em>solfatar</em></span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="pt-BR">. </span></span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;"><span lang="pt-BR">Struktur vulkanik dijumpai disekitar pusat erupsi atau terbatas pada tubuh </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">gunungapi</span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="pt-BR"> yang bersangkutan. Pada kerucut Sipaan terdapat beberapa sesar radial yang membentuk sector – sector graben. </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Sektor graben membuka ke arah barat Kawah Sileri dan utara. Pada sesar – sesar muncul manifestasi </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE"><em>solfatar </em></span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">dan air panas. Sesar radial yang dijumpai di selatan Pangoran, dan pada struktur ini munul keegiatan </span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE"><em>solfatar.</em></span></span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">Disebelah Timur – Laut kawah Bisma terdapat beberapa sesar yang diduga berhubungan dengan gunungapi. Sesar – sesar tersebut membelok sejajar dengan bentuk kawahnya. Diperkirakan puncak Sidede terbentuk karena adanya sesar ini yang sebelumnya merupakan lereng Bisma.</span></span></p>
<p style="margin-left:.75cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="JUSTIFY">(dari Tugas Mata Kuliah Geologi Indonesia, tahun 2008)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=172&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/08/08/tinjauan-fisiografi-dieng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nooradinugroho.files.wordpress.com/2009/08/untitled1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logging Geoteknik Sbd 505, Monitoring Time Domain Reflectometry (TDR) Sbd 505, Serta Monitoring Inclinometer Sbd 356, Sistem Tambang Terbuka PT. Newmont Nusa Tenggara</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/13/logging-geoteknik-sbd-505-monitoring-time-domain-reflectometry-tdr-sbd-505-serta-monitoring-inclinometer-sbd-356-sistem-tambang-terbuka-pt-newmont-nusa-tenggara/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/13/logging-geoteknik-sbd-505-monitoring-time-domain-reflectometry-tdr-sbd-505-serta-monitoring-inclinometer-sbd-356-sistem-tambang-terbuka-pt-newmont-nusa-tenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 04:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK Albab. Ulul. 2008. Logging Geoteknik Sbd 505, Monitoring Time Domain Reflectometry (TDR) Sbd 505, Serta Monitoring Inclinometer Sbd 356, Sistem Tambang Terbuka PT. Newmont Nusa Tenggara. Laporan Kerja Praktek, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. PT. Newmont &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/13/logging-geoteknik-sbd-505-monitoring-time-domain-reflectometry-tdr-sbd-505-serta-monitoring-inclinometer-sbd-356-sistem-tambang-terbuka-pt-newmont-nusa-tenggara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=149&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span id="more-149"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">ABSTRAK</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Albab. Ulul. 2008</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>. Logging Geoteknik Sbd 505, Monitoring Time Domain Reflectometry (TDR) Sbd 505, Serta Monitoring Inclinometer Sbd 356, Sistem Tambang Terbuka PT. Newmont Nusa Tenggara</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">. Laporan Kerja Praktek, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.</span></span></p>
<p style="text-indent:.3in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">PT. Newmont Nusa Tenggara mengaplikasikan sistem penambangan permukaan (</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Surface Mining</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">) dengan metode </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Open Pit</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">. Tampilan dari metode </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Open Pit</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> yaitu berupa kawah. Semua aktifitas penambangan seperti </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Blasting</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Digging</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Hauling</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">,</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em> Loading</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">,</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em> Surveying</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> (pengukuran dan pemetaan), dan berbagai aktifitas lainnya dilakukan di dalam pit.</span></span></p>
<p style="text-indent:.3in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Logging geoteknik merupakan teknik dalam merekam data litologi, alterasi, mineralisasi dan struktur geologi terhadap </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>core </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">yang dihasilkan selama tahap pengeboran. Logging geoteknik bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat geologi batuan, termasuk didalamnya struktur geologi sehingga dapat diketahui keadaan geologi bawah permukaan seperti </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>fracture</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>fault</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>shear</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, komposisi mineral, kekerasan batuan, alterasi, dan </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>weathering </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">dimana data-data ini diperuntukkan untuk desain tambang pada PT. Newmont Nusa Tenggara. </span></span></p>
<p style="text-indent:.3in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Fungsi utama dari logging geoteknik adalah untuk mendapatkan data sifat fisik/properties batuan yang hasilnya digunakan untuk merekomendasikan penambangan dalam pit (baik </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>open pit </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">maupun </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>underground</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">) dan fungsi kesetabilan lereng sehingga bisa ditentukan bentuk dan kemiringan (</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>slope</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">) lereng yang akan ditambang. Aspek – aspek geoteknik yang diambil dari sampel </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>core </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">yang dihasilkan dari proses pengeboran, di catat pada suatu lembar kegiatan. Secara garis besar lembar tersebut dibagi menjadi 4 kolom yaitu: Kolom </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Drill Run Data</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, Kolom </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Rock Mass Data, Discontinuity Data</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">, Kolom </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Comments</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">. Selain dari keempat kolom tersebut, aspek lain yang juga diperhatikan adalah penarikan garis orientasi, penarikan ini diperlukan untuk memudahkan dalam mengukur sudut alfa/beta dan mengetahui posisi bawah dari </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>core </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">hasil pengeboran. Kemudian, dalam memonitoring kedalaman pergerakan massa batuan atau lereng di bawah permukaan menggunakan alat yang bernama </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Time Domain Reflectometry </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">(TDR).</span></span></p>
<p style="text-indent:.3in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dari analisa geoteknik tersebut dapat mengetahui kondisi batuan, nilai RQD, jenis litologi batuan, arah dominan struktur geologinya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kata kunci : geoteknik, Logging Geoteknik, PT. Newmont Nusa Tenggara.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Penulis:</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ulul Albab</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hp: +6285640935356</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Email: ulul_geologist@yahoo.co.id</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">&lt;nb: hak cipta berada pada penulis, bila ingin meggunakan mohon izin secara tertulis terlebih dahuu dengan penulis, thnx&gt;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><a href="http://www.ziddu.com/download/4270396/Albab.Ulul.2008.LaporanKerjaPraktek.zip.html" target="_blank">Download File&#8217;s Completed</a><br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=149&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/13/logging-geoteknik-sbd-505-monitoring-time-domain-reflectometry-tdr-sbd-505-serta-monitoring-inclinometer-sbd-356-sistem-tambang-terbuka-pt-newmont-nusa-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Geologi Daerah Padas dan Sekitarnya, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/10/geologi-daerah-padas-dan-sekitarnya-kecamatan-kedungjati-kabupaten-grobogan-propinsi-jawa-tengah/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/10/geologi-daerah-padas-dan-sekitarnya-kecamatan-kedungjati-kabupaten-grobogan-propinsi-jawa-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 10:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK Albab. Ulul. 2008. Geologi Daerah Padas dan Sekitarnya, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Laporan Pemetaan Geologi Mandiri, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Daerah pemetaan secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Propinsi &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/10/geologi-daerah-padas-dan-sekitarnya-kecamatan-kedungjati-kabupaten-grobogan-propinsi-jawa-tengah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=131&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span id="more-131"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>ABSTRAK</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Albab. Ulul. 2008. </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Geologi Daerah Padas dan Sekitarnya, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">. Laporan Pemetaan Geologi Mandiri, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Daerah pemetaan secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pemetaan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan geologi dalam skala yang lebih rinci dengan menggunakan peta dasar dengan skala 1: 25000. Metode pemetaan geologi yang dilakukan dalam pemetaan ini adalah metode pengamatan langsung di lapangan dan analisis data-data yang didapatkan. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri atas empat satuan, yaitu Satuan Bentuklahan Fluvial Dataran Banjir dan Tubuh Sungai Satuan Bentuklahan Denudasional yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Satuan Denudasional Dataran, dan Satuan Denudasional Dataran Bergelombang Lemah. Dan Satuan Bentuklahan Struktural Perbukitan landai. Stratigrafi daerah penelitian dengan urutan tua ke muda adalah Satuan Batugamping (Formasi Kerek), Satuan Batupasir Karbonatan (Formasi Kerek), Satuan Batupasir (Formasi Kalibeng), Satuan Batupasir Karbonatan (Formasi Kalibeng), Satuan Batugamping (Formasi Kalibeng), danSatuan Endapan Aluvium. Struktur Geologi yang berkembang di daerah penelitian diantaranya adalah berupa kekar gerus dan sesar naik, antiklin minor, sinklin dan sesar geser yang diperkirakan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Potensi sesumber geologi pada daerah penelitian diantaranya berupa potensi bahan galian C, pemanfaatan lahan, air sungai dan airtanah. Bencana geologi daerah penelitian diantaranya gerakan massa, erosi, banjir dan kekeringan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kata kunci : Padas, Kerek, Kekeringan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">penulis:</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ulul Albab</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hp: +6285640935356</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">E-mail: ulul_geologist@yahoo.co.id</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">&lt;nb: hak cipta ada pada pengarang,bila ingin menggunakan mohon izin secara tertulis terlebih dahulu dengan penulis, thnx&gt;<br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><a href="http://www.ziddu.com/download/4270181/UlulAlbab.2008.LaporanPemetaanGeologiMandiri.zip.html" target="_blank">Download File&#8217;s Completed</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=131&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/04/10/geologi-daerah-padas-dan-sekitarnya-kecamatan-kedungjati-kabupaten-grobogan-propinsi-jawa-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KKN oh KKN part 2</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/03/30/kkn-oh-kkn-part-2/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/03/30/kkn-oh-kkn-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 07:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anything]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[setelah berjuang selama 35 hari&#8230;.. selesai sudah KKN nya&#8230;.. sudah selesai semua tugas-tugas nya&#8230;&#8230;. sudah kumpul laporannya&#8230;.. sudah ujian pula&#8230;.. sekarang tinggal nunggu nilai keluar&#8230;&#8230;. It&#8217;s unforgetable moment&#8230;&#8230;. thnx for all my friends&#8230;.. thnx for you&#8217;r support&#8230;&#8230;. I&#8217;m never forget &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/03/30/kkn-oh-kkn-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=122&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setelah berjuang selama 35 hari&#8230;..</p>
<p>selesai sudah KKN nya&#8230;..</p>
<p>sudah selesai semua tugas-tugas nya&#8230;&#8230;.</p>
<p>sudah kumpul laporannya&#8230;..</p>
<p>sudah ujian pula&#8230;..</p>
<p>sekarang tinggal nunggu nilai keluar&#8230;&#8230;.</p>
<p>It&#8217;s unforgetable moment&#8230;&#8230;.</p>
<p>thnx for all my friends&#8230;..</p>
<p>thnx for you&#8217;r support&#8230;&#8230;.</p>
<p>I&#8217;m never forget it&#8230;&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=122&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/03/30/kkn-oh-kkn-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KKN oh KKN part 1</title>
		<link>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/01/31/kkn-oh-kkn-part-1/</link>
		<comments>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/01/31/kkn-oh-kkn-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 04:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noor Adinugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anything]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nooradinugroho.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[tgl 22 januari,,,launching perjalanan kkn team I undip&#8230;..mpe tagl berapa masih lupa&#8230;.. di hari-hari terakhir bulan januari ini&#8230;&#8230;.. baru satu program yang sudah selesai&#8230;.. program yang lainnya?? masih on the road&#8230;.. dan yang pasti,,,program-program tersebut akan terselesaikan tepat waktu dengan &#8230; <a href="http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/01/31/kkn-oh-kkn-part-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=117&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tgl 22 januari,,,launching perjalanan kkn team I undip&#8230;..mpe tagl berapa masih lupa&#8230;..<br />
di hari-hari terakhir bulan januari ini&#8230;&#8230;..<br />
baru satu program yang sudah selesai&#8230;..<br />
program yang lainnya?? masih on the road&#8230;..<br />
dan yang pasti,,,program-program tersebut akan terselesaikan tepat waktu<br />
dengan status sangat memuaskan&#8230;..Aaamiin&#8230;&#8230;</p>
<p>dan dengan berjalannya waktu&#8230;&#8230;.<br />
semua suka dan duka akan tertampang dengan jelas pada hari-hari menjelang kepulangan,,,,<br />
entah tanggal berapa itu, namun yang pasti pada bulan depan&#8230;&#8230;</p>
<p>may be just it,,,<br />
it&#8217;s will be continue&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nooradinugroho.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nooradinugroho.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nooradinugroho.wordpress.com&amp;blog=1799955&amp;post=117&amp;subd=nooradinugroho&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nooradinugroho.wordpress.com/2009/01/31/kkn-oh-kkn-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c08950001b54e0222acf4fb42d3c01fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
